Wah, puasa Ramadan sudah memasuki minggu ke-2. Yuk, jaga terus kondisi dengan 6 cara ini!




Terkadang, untuk 'sukses' beribadah puasa Ramadan satu bulan penuh kita masih lupa dengan poin ke-5

Seminggu sudah berlalu, godaan menjalani bulan suci Ramadhan tentu juga semakin meningkat. Tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga pengendalian diri. Itulah sebabnya, menjalani puasa Ramadan juga perlu persiapan matang. Tujuannya, tidak lain untuk membuat Anda mengarungi bulan suci ini secara optimal selama sebulan penuh, baik secara fisik, mental dan tentunya spiritual.

Berpuasa Ramadan akan menghadirkan beberapa rutinitas baru dalam aktivitas harian Anda. Sebut saja, bangun diri hari untuk mempersiapkan dan menyantap hidangan sahur, beraktivitas tanpa mendapatkan asupan makanan dan minuman, hingga ibadah malam berupa shalat tarawih, yang umumnya banyak dilaksanakan secara bersama-sama di mesjid.

Ikuti 6 cara ini untuk dapat terus lancar menunaikan ibadah puasa Ramadan Anda.

1. Periksakan kesehatan

Tubuh yang benar-benar siap berpuasa adalah syarat utama sebelum menjalankan ibadah suci Ramadan. Periksakan kondisi kesehatan Anda kepada tenaga kesehatan. Pemeriksaan menyeluruh akan menjadi dasar pertimbangan apakah Anda perlu melakukan penyesuaian dalam gaya hidup sebelum berpuasa. Atau, apakah berpuasa menambah risiko bagi kesehatan Anda. Ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak wajib berpuasa, seperti kehamilan, ibu menyusui, diabetes tipe 1, dan kondisi kesehatan yang mengharuskan Anda menjalani pengobatan sepanjang hari. Anda dapat mengganti puasa yang tidak terlaksana ini dengan berpuasa di luar bulan Ramadan atau membayar sejumlah dana kepada fakir miskin, yang disebut fidyah.

2. Atur jam tidur

Berpuasa sebenarnya bukan menjadi alasan Anda untuk 'memperlambat' diri kala menjalani hari. Yang sering terjadi, pengurangan waktu tidur karena Anda tidur selepas shalat tarawih dan harus bangun sebelum Subuh tiba, membuat Anda mudah lelah dan mengantuk. Sementara, aktivitas Anda bisa jadi tidak berkurang dan harus berjalan seperti biasa. Tubuh perlu terbiasa dengan rutinitas ini dan waktu istirahat yang cukup adalah jaminan kesehatan serta kebugaran. Apa yang bisa Anda lakukan?

Lakukan power nap atau tidur siang sejenak untuk melepas lelah sesaat. Sekitar 30-45 menit tidur lelap, sudah cukup untuk mengembalikan tubuh kembali segar.
Pilih kegiatan yang tidak terlampau menguras fisik, khususnya kegiatan hiburan. Anda dapat menunggu waktu berbuka sambil membaca buku bersama anak-anak. Atau, menelepon kerabat yang lama tak Anda sapa akibat kesibukan bekerja.
Mengatur jumlah asupan makanan yang masuk ketika sahur dan berbuka, sehingga Anda tidak mudah mengantuk karena terlalu kenyang.
3. Perbanyak konsumsi air

Lebih dari 12 jam tidak memasukkan makanan dan minuman ke dalam tubuh, membuat tubuh mereka yang berpuasa memiliki risiko terkena dehidrasi. Kehilangan 1-2 cairan tubuh sudah cukup membuat tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi akan menyebabkan aneka kondisi seperti sulit berkonsentrasi, pusing, mudah letih, hingga dampak yang mencemaskan seperti lemas dan pingsan. Kunci dari kecukupan cairan tubuh saat puasa, di antaranya :

Minum 8-10 gelas air sehari (kurang lebih 2 liter), secara bertahap. Anda dapat membaginya menjadi, 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas di malam hari (setelah berbuka hingga menjelang sahur).
Hindari konsumsi kafein dan gula berlebihan. Kafein akan membuat Anda lebih sering buang air kecil. Sedangkan gula, membuat Anda cepat merasa haus karena 'menahan' air dalam sel-sel tubuh.
Jangan tunggu hingga Anda benar-benar merasa haus untuk minum (saat kondisi tidak berpuasa). Haus merupakan sinyal tubuh bahwa Anda mulai kekurangan cairan tubuh dalam jumlah yang serius dan terancam, bahkan sudah terkena dehidrasi.
4. Perbaikan pola makan

Salah kaprah yang lumrah terjadi akan banyak ditemukan pada pola makan di bulan Ramadan. Memilih pola makan gizi seimbang, wajib hukumnya untuk Anda terapkan di ibadah bulan suci ini, seperti :

Memperbanyak konsumsi serat dan air dari sayur serta buah untuk meringankan kerja usus
Menyeimbangkan porsi karbohidrat dengan protein. Terlalu banyak karbohidrat, justru akan meningkatkan produksi glukosa dalam tubuh. Efeknya, Anda akan menjadi lebih cepat mengantuk dan haus.
Mengutamakan makanan segar atau diolah 'mendadak' ketimbang makanan terproses atau instan untuk nutrisi yang lebih baik.
Proses memasak melalui menggoreng dengan banyak minyak juga disarankan untuk sangat dibatasi.
Mengatur jumlah dan porsi makan. Mengisi perut kosong dengan sejumlah besar makanan akan memberatkan saluran cerna Anda. Tahan nafsu makan Anda ketika sahur dan berbuka puasa, dengan mengonsumsi sedikit demi sedikit.
5. Berolahraga ringan

Berpuasa tidak lantas membuat tubuh Anda stop berolahraga. Latihan ringan dan teratur akan membantu membangun stamina serta kebugaran tubuh yang lebih baik. Pilihlah olahraga ringan yang tidak terlampau meletihkan, seperti berjalan dengan kecepatan sedang, yoga, taichi, melakukan aktivitas rumah tangga ringan. Berolahragalah selama 20-30 menit saat menjelang berbuka puasa sehingga Anda dapat cepat mengganti kehilangan cairan tubuh akibat aktivitas latihan Anda. Pantau kondisi Anda dan hindari memaksakan diri. Waspada jika Anda merasa pusing atau berkunang-kunang dan segera sudahi latihan Anda.

6. Membiasakan berpuasa

Kebiasaan berpuasa akan mempersiapkan tubuh jauh hari sebelum Ramadan. Tidak hanya untuk menggantikan hari puasa yang terlewat di Ramadan sebelumnya, puasa sunnah seperti ini juga memberikan banyak manfaat, baik secara fisik maupun spiritual. Mengkondisikan tubuh dan hati untuk selalu terkendali, menjadi modal penting Anda memasuki bulan suci. Anda dapat membiasakan berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Ada pula puasa yang dapat dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan penanggalan Islam.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keteguhan hati. Berkah dan manfaat berpuasa niscaya akan menjadi milik Anda, dengan disiplin berpuasa penuh tanggung jawab.



Sumber : keluarga.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Wah, puasa Ramadan sudah memasuki minggu ke-2. Yuk, jaga terus kondisi dengan 6 cara ini! "

Posting Komentar