Memilukan, Inilah Reaksi Ibu Ketika Tahu Anak Gadisnya Sudah Tidak Suci Lagi Ketika Dilamar




Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci antara seorang perempuan dan laki-laki. Selayaknya saat hendak menikah kita memilih pasangan yang sesuai dengan tuntunan agama, yaitu baik aqidah dan akhlaknya, barulah hal-hal lain seperti ketampanan/kecantikan, status sosial keluarga dan lainnya diperhatikan.

Nah setiap laki-laki pasti mendambakan seorang istri shaliha, yaitu istri yang taat agama dan baik perangainya, selain itu biasanya laki-laki juga menginginkan wanita yang akan dipinangnya ini adalah seorang wanita suci dalam artian belum pernah disentuh oleh lelaki manapun yang bukan mahromnya.

Lalu bagaimana jika wanita yang akan dinikahinya ini ternyata sudah tidak lagi suci akibat perbuatannya dimasa mudanya. Berikut ini admin kutip sebuah kisah yang dikutip dari tribunews.com.

Setiap wanita lajang pasti memiliki kriteria dalam memilih pasangan yang kelak menjadi pendamping hidupnya, begitu pun pria juga memiliki sudut pandang sendiri dalam menentukan calon istrinya. Namun, apa jadinya kalau wanita yang dipilih seorang pria ternyata sudah tidak suci lagi.

Kebanyakan pria mungkin langsung menolak saat mengetahui wanita yang akan jadi calon istrinya sudah tidak suci lagi. Namun, sebuah kisah yang dikuti dari eberita.org yang bersumber dari 90 Kisah Malam Pertama karya Abdul Muththalib Hamd Utsman bisa menjadi renungan mengenai seorang pria yang mendapati wanita yang hendak dilamarnya sudah tidak suci.

Berikut kisahnya: Seorang pemuda yang komitmen beragama maju untuk menikah. Dia mulai mencari calon pasangan perempuan. Syarat satu-satunya adalah agar dia seorang wanita yang komitmen, berakhlak, dan kuat agama.

Dan setelah melalui pencarian, kini dia telah menemukan gadis tersebut, sebagaimana ciri-ciri yang diinginkan. Setelah melamar, dan ketika ia telah bersiap-siap untuk menikah, tiba-tiba calon mempelai perempuan menolak dan mengatakan bahwa dia tidak ingin menikah.

Keluarganya terheran melihat keputusannya yang mengagetkan, setelah sebelumnya memberikan kesanggupan. Pemuda itu meminta sang gadis untuk menjelaskan penolakannya, namun justru ia membawakan alasan-alasan yang lemah.

Setelah itu, perkaranya ditangani oleh ibunya yang merasa sangat sedih dengan keputusan ini. Terlebih, pemuda itu terkenal dengan bagus akhlak dan budi pekertinya.

Setelah sang ibu mendesaknya, dia (calon mempelai perempuan tersebut) berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya Allah Maha menutupi (dosa hamba-hamba-Nya), dan Dia telah menutupiku. Tinggalkanlah aku dan urusanku…”

Di hadapan desakan sang ibu yang sangat bingung dengan perkara itu, dia berterus terang kepada sang ibu bahwa dirinya telah kehilangan kehormatannya, namun dia telah bertaubat.

Dan bahwa peristiwa itulah yang menyebabkan sikap komitmennya terhadap agamanya, sekaligus sebab penolakannya untuk menikah. Ia meminta ibunya agar merahasiakan perkara itu, dan bahwa ia akan menebus sebab kesalahannya.

Ibunya memikirkan perkara itu dan berkata, “Putriku! Selama kamu telah bertaubat kepada Allah, sedang Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan memaafkan banyak dosa, maka biarkan aku meminta pendapat pemuda itu, barangkali ia akan menerima atau menutupinya…”

Setelah melalui musyawarah dan diskusi yang panjang, gadis itu pun menerima usulan itu. Sang ibu pun pergi, tidak tahu entah bagaimana akan membuka berita buruk ini kepada sang calon pengantin.

Setelah sempat bimbang, tidak lama kemudian ia meminta supaya pemuda itu menemuinya. Ketika pemuda itu datang, ia membuka permasalahan itu kepadanya dan meminta pendapatnya.

Ia menceritakan bahwa putrinya menjadi komitmen terhadap agama setelah perbuatan itu dan telah bertaubat kepada Allah, inilah sebab penolakannya untuk menikah.

Pemuda itu berpikir sejenak, kemudian berkata kepadanya, “Saya sepakat untuk menikah dengannya selama ia telah bertaubat dan kembali kepada Allah dan istiqamah. Dahulu sebelum komitmenku terhadap agama, aku sendiri berada dalam kemaksiatan dan kemungkaran. Sementara kita tidak tahu siapakah yang diterima taubatnya di sisi Allah.”

Wajah sang ibu itu berseri mendengar berita gembira ini dan segera pergi menemui putrinya dengan penuh suka cita, dan dalam waktu yang bersamaan ia merasa takjub dengan sikap ksatria dan keputusan baik pemuda itu, lalu memberitahukan kabar gembira itu kepada putrinya.

Dan pernikahan pun terlaksana. Ketika bertemu, sang wanita banyak menangis. Sementara bahasa isyaratnya mengatakan, “Betapa engkau laki-laki cerdas. Aku akan menjadi istri yang taat bagimu.”

Dan Allah pun mempertemukan mereka berdua dengan kebaikan. Semoga kisah diatas menjadi pelajaran bagi kita baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Namun demikian sebagai seorang muslim sebelum menikah kita memang diharuskan untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah karena agar terhindar dari perbuatan zina.

Sumber: islamidia.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Memilukan, Inilah Reaksi Ibu Ketika Tahu Anak Gadisnya Sudah Tidak Suci Lagi Ketika Dilamar "

Posting Komentar