Jangan Hanya Sibuk Mikirin “BUKBER” Dimana, Tapi Mikirin Shalat-Nya Dimana, Agar Tidak Menjadi “MAKBER”




Hayooo…Kalau kita rencana mau ngadain bukber,apa yang paling sering kita bahas?. Pastilah nggak akan jauh-jauh dari pembahasan ‘Makannya nanti dimana?’, ‘Menunya apa aja?’, ‘Iurannya berapa?’, ‘Kumpulnya jam berapa?’ Dan sebagainya.

Hampir jarang banget deh rasanya waktu ngomongin rencana Buka bersama itu ngebahas ‘nanti shalatnya dimana and gimana?’, padahal justru shalat adalah point penting sebagai pembeda acara ‘Bukber’ dan acara Makber (maksiat bersama).

Jangan Sampai Acara Buka Bersama Berubah Menjadi Moment Maksiat Bersama, Karena Terlalu Kompaknya Melupakan Allah

Maka, bagi siapapun yang sering ngadain buka bersama bersama para teman-temannya, jangan sampai ya acara buka bersamanya berubah menjadi moment maksiat bersama, hanya karena terlalu kompaknya melupakan Allah, sebab terlalu asyiknya nikmatin makanan dan terlalu serunya becanda habis ngisi perut, hingga ahirnya shalat maghribnya keteteran.

Jangan Sampai Acara Buka Bersama Mejadi Jalan Untuk Melalaikan Kita Dari Kewajiban Sebagai Muslim Dan Muslimah

Jangan sampai acara buka bersama menjadi jalan untuk melalaikan kita dari kewajiban sebagai muslim dan muslimah. Maka dari itu saat mau ngadain buka bersama, langkah lebih baiknya jangan hanya tempat dan makanan yang dibahas, tetapi usahakan tempat shalatnya juga dibahas, agar ketika sudah selesai berbuka bisa langsung bergegas shalat, dan berbuka bersamapun menjadi keberkahan tersendiri.

Jangan Sampai Acara Buka Bersama Berubah Menjadi Ajang Bermalas-Malasan Untuk Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan Dibulan Penuh Berkah Ini

Jangan sampai acara buka bersamanya berubah menjadi ajang bermalas-malasan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dibulan penuh berkah ini. Karena tak jarang pula diantara kita yang menjadwalkan buka bersama plus jalan-jalannya, hingga rela mengbaikan shalat yang wajib dan yang sunnah, serta acara tadarusannya.

Padahal, kesempatan itu hanya akan dirasa satu kali dalam setahun, dan itupun kalau tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk menikmati keberkahan bulan ramadlan oleh Allah, sebab umur tak ada yang tahu kapan berakhirnya.

Jangan Sampai Acara Buka Bersama Yang Dipentingin Hanya Makan-Makannya, Nongkrong-Nongkrongnya, Dan Acara Upload Foto-Fotonya

Dan jangan sampai acara buka bersama itu yang dipentingan hanya makan-makannya, nongkrong-nongkrongnya, serta acara upload foto-fotonya. Karena tak jarang pula diantara kita yang ketika ngadain buka bersama itu hanya dua hal itu yang negebikin seru.

Iya, memang tidak bisa dipungkiri sih bahwa memang seru dan menyenangkan, dan memang ada baiknya pula diabadikan, tetapi alangkah baiknya lagi sebelum kita terhanyut dalam keadaan paling seru, bercerita ngalor ngidul, kita saling mengingatkan untuk mengabadikan kewajiban kita terlebih dahulu kepada Allah, agar buka bersamanya benar-benar menjadi moment yang berkah.

Makna Buka Bersama Sebenarnya Adalah Bagaimana Caranya Kita Memaknai Keberkahan Buka Puasa Bersama-Sama, Bukan Memaknai Kebersamaan Berbuka Puasa Semata

Sebab, makna buka bersama itu sebenarnya adalah bagaimana caranya kita memaknai keberkahan buka puasa secara bersama-sama, bukan hanya memaknai kebersamaan berbuka puasa semata. Maka, saat ingin mengadakan buka puasa bersama, jadikanlah kebersamaan berbuka puasa itu sesuatu yang mendatangkan keberkahan, dan jauhi hal-hal yang sekiranya hanya akan menjadikan kebersamaan berbuka puasa bersama menjadi maksiat bersama.

Jangan sampai ‘Sekali Bukber, 3 shalat terlewati (shalat magrib,shalat isya’,shalat tarawih)’, karena itumah nanti namanya ganti jadi ‘MakBer’ alias Maksiat Bersama

Jadi…kalau mau ikut bukber perhatiin juga gimana acaranya. Kalau lebih banyak maksiat, melalaikan kewajiban shalat dan ikhtilath (campur baur antara laki laki dan perempuan), maka alangkah lebih baiknya nggak usah ikut deh. Dan Mending buka puasanya di rumah saja bareng keluarga atau sama pasangan halal (kalau udah punya,hihi).




Sumber : humairoh.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Jangan Hanya Sibuk Mikirin “BUKBER” Dimana, Tapi Mikirin Shalat-Nya Dimana, Agar Tidak Menjadi “MAKBER” "

Posting Komentar