Hanya Orang-Orang Yang Mampu Berkasih Sayanglah Yang Bisa Menyampaikan Kebaikan




Jika ada peryataan yang mengatakan bahwa “Kebaikan hanya akan bisa disampaikan oleh orang-orang yang baik” maka tentu hal itu adalah kurang benar, karena nyatanya bukan hanya orang baik saja yang terkadang menyukai untuk menyampaikan kebaikan.

Sebab tak sedikit jaman sekarang orang yang berpura-pura baik, namun dibalik topengnya masih bisa menyuarakan kebaikan, walau semua itu hanya sebuah wacana belaka. Tetapi tergantung kitanya yang mendengarkan, jika hati kita memang mau menela’ah dengan bijaksana, maka sudah tentu kebaikan yang tadinya hanya hoax tentu tetap menjadi sebuah kebaikan.

Karena yang namanya kebaikan walau disampaikan oleh orang yang paling tidak baik sekalipun akan tetap menjadi sebuah kebaikan, dan perlu kita sadari bahwa hanya orang yang mempunyai rasa kasih sayang dihatilah yang mampu menyampaikannya.

Jadi, hal ini membuktikan bahwa kebaikan bukan berhak disampaikan oleh orang yang baik saja, namun lebih kepada orang yang mampu berkasih sayang, karena sebejat apapun perilaku seseorang jika memang masih mampu berkasih sayang, sudah tentu ia akan menyuarakan kebaikan, walau kebaikan itu tidak untuk dirinya sendiri.

Kebaikan Hanya Bisa Disampaikan Oleh Orang Yang Hatinya Lunak Akan Kasih Sayang, Tak Peduli Orang Itu Baik Ataupun Buruk Sekalipun Perangainya

Ingatlah dengan bijaksana, bahwa kebaikan bukan hanya bisa disampaikan oleh orang yang baik saja, maka berhentilah dari sekarang untuk mencibir saat dinasehati oleh orang yang menurutmu tidak baik sikap dan perilakunya. Karena jika yang disampaikannya bisa menjadikan kita lebih baik, maka tidak ada salahnya kita mendengarkan tanpa melihat siapa dirinya.

Kebaikan hanya bisa disampaikan oleh orang yang hatinya lunak akan kasih sayang, iya semua itu adalah benar. Dan yang mampu berkasih sayang bukan hanya ia yang senantiasa baik semata, sebab ada seseorang yang masih sering khilaf, namun ia mampu menyampaikan kebaikan.

Maka langkah beruntungnya bila seseorang yang bisa menyampaikan kebaikan itu rasa kasih sayangnya benar-benar merujuk pada kasih sayang Allah, sehingga kebaikannya sangatlah bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Seburuk Apapun Perilaku Seseorang, Jika Hatinya Masih Ada Secuil Kasih Sayang Maka Sudah Pasti Ia Akan Menyuarakan Kebaikan

Dan perlu kita tahu, bahwa seburuk apapun perilaku seseorang, jika hatinya masih ada secuil kasih sayang maka sudah pasti ia akan menyuarakan kebaikan. Jadi, berbijaksanalah mendengarkan sebuah kebaikan, walau yang menyuarakannya adalah oarang yang menurutmu tidak baik, tapi setidaknya dalam menyampaikannya ia mempunyai niat yang tulus.

Tak Peduli Keburukan Apa Yang Menjadi Identitasnya, Bila Hatinya Masih Tersisa Ruang Untuk Berkasih Sayang, Maka Sudah Tentu Ia Akan Menyampaikan Kebaikan

Karena tak peduli keburukan apa yang menjadi identitasnya, bila hatinya masih tersisa ruang untuk berkasih sayang, maka sudah tentu ia akan menyampaikan kebaikan. Sebab apa? Sebab ia tidak mau orang lain jatuh pada lembah keburukan seperti yang telah ia lakukan selama ini.

Jika sebagian dari kita bertanya, kenapa tidak sampaikan kebaikan pada hatinya sendiri saja sebelum pada hati orang lain? Maka, jawabannya adalah karena Allah membukakan hatinya sepenuhnya, sehingga ia hanya mempunyai kemampuan untuk menyampaikan, namun tidak bisa menerapkan pada dirinya sendiri.

Saat Hati Sudah Terisi Kasih Sayang, Tak Peduli Seburuk Apapun Peribadinya Maka Tentu Ia Akan Tetap Menyenangi Kebaikan

Karena saat hati seseorang sudah terisi akan kasih sayang, maka tak peduli seburuk apapun peribadinya, sudah tentu ia akan tetap menyenangi kebaikan. Contohnya adalah seseorang yang pekerjaannya jauh dari yang Allah ridlai, tetapi saat ia tahu anak-anaknya ada yang mengikuti jejaknya, sudah pasti ia akan marah. Sebab apa? Sebab ia sayang pada anaknya, dan ia tidak mau anaknya menjadi sepertinya, hanya saja caranya saja yang masih kurang benar dalam menyampaikan kebaikan.

Dan Kurang Bermakna Hidup Seseorang Jika Hanya Baik Bagi Dirinya Sendiri, Namun Tak Mampu Menyampaikan Kebaikan Pada Orang Lain

Dan perlu juga kita tahu dan sdari, bahwa kurang bermakna hidup seseorang jika hanya baik bagi dirinya sendiri, namun tak mampu menyampaikan kebaikan dan membawa manfaat pada orang lain. Karena sebaik-baiknya seorang hamba adalah ia yang mampu menjadikan dirinya baik dan mampu pula membawa kebaikan serta manfaat pada hamba yang lainnya.




Sumber : humairoh.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Hanya Orang-Orang Yang Mampu Berkasih Sayanglah Yang Bisa Menyampaikan Kebaikan "

Posting Komentar