Duhai istri, Belum Dikaruniai Keturunan Bukan Aib, Maka Jangan Bersedih Dan Jangan Berputus Asa




Saat Istri sedih dan menangis dalam gelapnya malam, mengungkapkan harapan yang begitu menggelora, dan bertanya-tanya kapankah aku akan dipanggil Bunda? Segala usaha sudah kami lewati, namun lagi-lagi hasil tes masih saja negatif.

Sering sekali sang Istri menahan air mata saat tetangga dan teman selalu bertanya “anakmu sudah berapa?”, Sering sang Istri bertanya Apakah aku bisa hamil?, Apakah Allah tidak sayang aku?

Semua pertanyaan itu mungkin sangat berkecamuk dalam hati, tetapi sebagai seorang hamba yang dikaruniai iman dan islam, harusnya kau menyadari satu hal bahwa setiap hamba yang Allah sayangi pasti akan mendapat ujian dari-Nya.

Maka, pandailah untuk berpikir bijaksana, dan selalulah berbijaksana dalam berprasangka baik kepada Allah, belum dikaruniai keturunan bukanlah suatu aib dalam hubungan rumah tangga, maka jangan bersedih dan jangan berputus asa.

Biarlah orang lain berkata apa, yang penting kau menyadari dengan pasti bahwa semua yang kau lalui saat ini adalah ujian dari Allah, dan apabila kau lulus dalam uijian ini maka sudah tentu Allah akan memberimu suatu kebahagiaan yang selama-lamanya takkan pernah lupa untuk disyukuri.

Belum Dikaruniai Keturunan Bukan Suatu Masalah, Tapi Ini Sebuah Jalan Agar Kau Lebih Bijaksana Mengharapkan Kebaikan Dari Allah

Ingatlah secara bijaksana, belum dikaruniai keturunan bukan suatu masalah, akan tetapi ini sebauh jalan agar kau lebih bijaksana mengharapkan kebaikan-kebaikan dari Allah. Bersabarlah dalam doa dan usaha, optimislah dengan penuh keyakinan bahwa Allah menyayangimu, maka sebab itulah Ia memberi jeda agar kau lebih maksimal mempersiapkan segalanya untuk menjadi orang tua baru nantinya.

Berhentilah Mengeluh, Sebab Allah Tahu Kapan Kau Benar-Benar Siap Menerima Amanah Terbesar-Nya

Berhentilah mengeluh, sebab Allah tahu kapan kau benar-benar siap emnerima amanah terbesar-Nya. Karena anak hakekatnya adalah amanah terbesar dari Allah untuk setiap orang tuanya, maka butuh tanggung jawab besar agar amanah itu selalu memabwa kebaikan dan kebahagiaan yang hakiki bagi penerimanya, yaitu kedua orang tua.

Tetaplah Bersabar, Keterlambatan Yang Menurutmu Adalah Masalah Sebenarnya Bukan Masalah, Tapi Ini Waktu Agar Kau Lebih Mempersiapkan Diri Menjadi Orang Tua

Tetaplah bersabar, keterlambatan yang menurutmu adalah masalah sebenarnya bukan masalah, tetapi ini adalah bentuk kasih sayang Allah dengan memberimu waktu lebih lama agar kau lebih mempersiapkan diri menjadi orang tua, agar kau lebih banyak membenahi diri, hingga nantinya kamupun tak mengeluh ketika sesuatu yang dilakukan anakmu tiba-tiba membuatmu seakan-akan menjenuhkan.

Sebab, merawat anak dari dalam kandungan hingga ia mengerti apa arti hidup yang sesuangguhnya membuatuhkan yang namanya perjuangan, yaitu perjuangan untuk bersabar, perjuangan untuk mengarahkan, dan perjuangan untuk mendidik setiap saatnya, hingga ia sadar bahwa hidup tak hanya sekedar hidup, tetapi harus mempunyai tujuan yang pasti.

Tidak Usah Terlalu Khawatir, Sebab Bila Sudah Waktunya Tiba, Maka Allah Akan Keruniakanmu Amanah Terindah-Nya

Jadi, tidak usah terlalu merasa khawatir, sebab bila sudah waktunya tiba, maka Allah akan mengkaruniaimu amanah terindah-Nya. Nikmati saja proses mempersiapkan diri menjadi orang tua baru, dan percayalah walau bertahun-tahun kau menanti kehadiran si buah hati namun tak kunjung juga diberi, ini bukan suatu Aib, jangan bersedih dan janganlah bermurung diri.

Inilah cara Allah mencintaimu, bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mengujinya”, jadi anggaplah ini ujian dari Allah untuk cintamu.

Teruslah Berdoa Dan Berusaha, Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Dan Maha Mengabulkan Do’a

Teruslah berdoa dan berusaha, karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Do’a. Maka perbanyak lagi waktumu untuk Allah, Rutinkan lagi Sholat Malammu, Basahkan bibirmu untuk terus memuji-Nya, bukan hanya mengeluhkannya.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS.Al-Ghafir : 60)

Maka, berdo’alah dengan sabar juga maksimal, berdoa dengan tidak tergesa-gesa. Duhai Istri, Semoga sabarmu, air matamu, segera dikaruniai Allah untuk segera hamil, dan mendapatkan keturunan yang baik, yang Sholeh dan Sholehah.




Sumber : humairoh.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Duhai istri, Belum Dikaruniai Keturunan Bukan Aib, Maka Jangan Bersedih Dan Jangan Berputus Asa "

Posting Komentar