Panglima GNPF-MUI Munarman Diperiksa Polda Bali Atas Tuduhan Fitnah Pecalang




Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Widjaja mengungkapkan bahwa panglima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Munarman memenuhi panggilan Polda Bali terkait kasus dugaan fitnah terhadap pecalang (keamanan desa adat bali).

"Munarman datang pukul 10.45 WITA didampingi oleh tim kuasa hukumnya sebanyak 13 orang langsung menuju ruangan Reskrimsus Polda Bali," ujar Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Widjaja di Denpasar seperti dilansir republika, Senin (30/1/2017).

Henky menjelaskan bahwa Munarman akan dicecar dengan 25 pertanyaan, namun mungkin masih akan terus dikembangkan. Pihaknya belum bisa memastikan jam berapa selesai pemeriksaan Jubir FPI tersebut. Pihaknya membantah pemeriksaan Jubir FPI itu diistimewakan. "Tidak ada yang istimewa, karena ruangannya sempit maka tidak semua bisa masuk," ujarnya.

Dia menjelaskan polisi menggunakan pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 156 KUHP.

Polisi memasukkan laporan itu ke dalam kasus ujaran kebencian dengan ancaman hukuman yang dapat diterapkan, lanjut dia, di atas tujuh tahun penjara. Hengky menjelaskan meski peristiwa dugaan fitnah tersebut terjadi di Jakarta namun, kalau menyangkut UU ITE, terlapor bisa dipanggil ke Bali untuk diperiksa."Kami tetap akan mengumpulkan alat bukti dan proses lebih lanjut," katanya.[islamedia.id]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Panglima GNPF-MUI Munarman Diperiksa Polda Bali Atas Tuduhan Fitnah Pecalang "

Poskan Komentar