Terdakwa Penista Agama, Ahok Klaim untuk Rakyat tapi Faktanya Banyak Ditolak Rakyat

Terdakwa Penista Agama, Ahok Klaim untuk Rakyat tapi Faktanya Banyak Ditolak Rakyat

JAKARTA - Selama terdakwa penista agama Islam, Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, komunikasi antar lembaga, terlebih dengan anggota dewan ternyata tidak berjalan dengan baik. Hal itu tidak patut dilakukan karena keduanya semestinya saling bersinergi.

“Komunikasi antar dua arah (dengan DPRD) itu tidak terjadi. Di satu sisi Ahok, pemerintah tergolong di-media darling-kan. Yang terjadi adalah klaim yang luar biasa dari Ahok karena komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Tapi kenapa masyarakat resistensi kepadanya?” kata pengamat LIPI, Siti Zuhro, beberapa waktu lalu, di acara KAHMI Jaya, di Jakarta.

Menurut Siti, periode Ahok ini kemungkinan akan berakhir jika melihat masyarakat terhadap dirinya. Dan ke depan ia menyarankan agar Kepala Daerah yang akan dating tidak mengulaginya.

“Ini kemungkinan periode terakhir untuk DKI Jakarta dengan ironi-ironinya yang luar biasa. Dan tidak boleh diulangi lagi. Kita sangat senang karena calon yang ada sekarang keduanya sangat setara,” tambahnya.

Ia memberikan saran atas keduanya agar melakukan kampanye dengan elegan, tidak menghalalkan segala cara. “Jangan kurangi substansinya dan jangan ada penghalalan segala cara. Karena Pilkada ini sudah cukup hiruk pikuk. Sudah libatkan batin semuanya dari kita. Dan ini bukanlah konstelasi politik yang elok,” pesannya tutup. (Robi/voa-islam.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Terdakwa Penista Agama, Ahok Klaim untuk Rakyat tapi Faktanya Banyak Ditolak Rakyat "

Posting Komentar