Sampai Nabi pun Menyesalkannya, Inilah Alasan Harus Berbuat Baik Kepada Tetangga!


Hasil gambar untuk tetangga

Dalam hidup manusia yang merupakan makhluk sosial, pastilah akan menempati rumah yang bersebelahan dengan rumah orang lain. Jika memang tak sedekat rumah perkotaan, pastilah masih bisa dijumpai beberapa rumah di sekitar tempat tinggal, dimana itulah yang disebut dengan tetangga. Tetangga merupakan orang yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik tetangga dekat rumah atau tetangga yang jauh.

Dalam hidup bertetangga, pastilah banyak kita temui beragam sifat dan perilaku seseorang kepada orang lain. Ada tetangga yang suka berbuat baik dan ada pula yang berlaku jahat. Ada tetangga kaya raya, ada tetangga yang kurang mampu. Namun demikian, siapa pun tetangga kita, maka kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada mereka. Sungguh, Allah Ta’ala telah mengingatkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga melalui firman-Nya,

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri” (QS. An-Nisaa’: 36)

Di samping itu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda terkait hak tetangga,

مَا زَالَ يُوْصِيْنِيْ جِبْرِيْلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril selalu berpesan kepadaku agar supaya berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira kalau ia akan diberi hak waris.”(Muttafaq Alaih).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi peringatan, agar kita tidak menyakiti tetangga melalu sabdanya yang berbunyi,

وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ

 “Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman.”

Beliau ditanya, “Siapakah dia wahai Rasulullah?”. Kemudian beliau menjawab,

الَّذِيْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

“Dialah orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya.” (Muttafaq Alaih).

Perbuatan menyakiti tetangga banyak ragamnya, di antaranya membuka jendela untuk mengamati isi rumah tetangga, kegiatan orang-orang yang ada di dalamnya, dan hal-hal lain yang merupakan hak privasi seseorang. Perbuatan itulah yang dikawatrikan dapat menimbulkan perselisihan dalam hidup rukun.

Oleh karena itu, wahai saudaraku, wajib bagimu untuk berbuat baik dan berkasih sayang kepada tetangga. Maafkanlah kesalahan dan kekhilafannya. Jadilah orang yang berbuat baik dan dermawan dan berusahalah untuk senantiasa mengajaknya kepada kebaikan. Perintahkanlah hal-hal yang baik kepadanya, dan cegahlah ia berbuat mungkar, serta bersikaplah lemah lembut kepadanya.



Sumber : wajibbaca.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Sampai Nabi pun Menyesalkannya, Inilah Alasan Harus Berbuat Baik Kepada Tetangga! "

Posting Komentar