Pemimpin Penipu Rakyat Haram Masuk Surga !



مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَهُوَ غَاشٍّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Tidaklah mati seorang hamba yang Allah minta untuk mengurus rakyat, sementara dia dalam keadaan menipu (mengkhianati) rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga bagi dirinya (HR al-Bukhari dan Muslim).
.
.
Makna yastar’îhilLâhu ra’iyyat[an] maksudnya, Allah mendelegasikan pengaturan urusan rakyat kepada dia, dengan menobatkan dia untuk mengurus berbagai kemaslahatan rakyat dan mengendalikan urusan mereka. Ar-Râ’iy adalah penjaga yg diberi amanah atas pengaturan urusan rakyat.

Kata ghâsysy[in] maknanya khâ‘in (khianat) atau khâdi’ (penipu). Artinya, dia mengelabui rakyat atau mengkhianati amanah yg dipercayakan kepada dirinya untuk mengurus urusan rakyat, memelihara berbagai kemaslahatan rakyat dan semua kewajiban dan tanggung jawab ri’ayah.

Frasa yawma yamûtu wa huwa ghâsysy[in] bermakna: saat ajal menghampiri dia dan tobat sudah tidak lagi bisa diterima, sementara pada waktu itu dia seorang ghâsysy[in]. Adapun sabda Rasul saw, illâ harramallâh ‘alayhi al-jannata, maksudnya dijelaskan dalam riwayat lain: lam yadkhul ma’ahum al-jannata (tidak masuk surga bersama mereka). Artinya, dia tidak masuk surga bersama rakyatnya yg masuk surga, sebab dia harus mendapat hukuman karena mengkhianati amanah ri’ayah itu. Jadi, maknanya bukan dia kekal di neraka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pemimpin Penipu Rakyat Haram Masuk Surga ! "

Posting Komentar