4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi


4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi

Kehilangan merupakan hal yang ditakuti semua orang. Saat kehilangan seseorang yang masih hidup saja, rasanya sudah menyayat hati. Apalagi dengan kehilangan seseorang akibat kematian?  Tak jarang rasa duka tersebut membuat seseorang menjadi depresi dan stres. Terutama ketika Anda harus kehilangan bayi yang baru saja Anda nanti-nantikan.

Rasa bersalah pun menghantui, pikiran yang menyuarakan ‘andai saja’ enggan berhenti. Perasaan sedih, kaget, kecewa, marah, cemas, depresi, dan lemah dirasakan jadi satu. Anda mungkin merasa kehilangan harapan saat ini. Impian yang telah didambakan sejak lama harus dikembalikan lagi. Rasanya dunia memang tidak adil. Bahkan timbul pertanyaan, ‘Kenapa mesti saya?’. Mungkin, saat ini Anda juga sedang mencari jawaban tentang apa yang salah dari diri Anda. Terkadang kita pun mencari-cari alasan untuk disalahkan.

Perasaan sedih itu adalah hal yang wajar. Rasanya memang tidak sanggup ketika duka tersebut terjadi. Duka kehilangan bayi yang Anda nantikan memang akan membuat dada Anda nyeri, seperti ada beban berat. Selain itu, ada rasa menggelitik di dalam perut yang diakibatkan oleh perasaan cemas. Ketika rasa tidak ingin melakukan sesuatu datang, mungkin Anda mengalami depresi. Apa yang harus dilakukan untuk bangkit dari depresi setelah kehilangan bayi?

Apa saja cara untuk bangkit dari depresi setelah kehilangan bayi?

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk berdamai dengan duka dan luka Anda:

1. Menerima segala perasaan yang muncul
Perasaan Anda mungkin akan berubah-ubah dalam satu hari, bahkan dalam satu jam. Anda mungkin merasa marah dan iri dengan teman yang sukses kehamilannya dan bisa bersama bayinya sampai saat ini. Anda mungkin juga merasa gagal sebagai seorang perempuan untuk membesarkan bayi dengan benar.

Bukan bermaksud menghakimi, namun perasaan tersebut merupakan hal yang wajar dialami oleh orang yang sedang berduka. Banyak orang menyalahkan dirinya dan merasa bersalah dengan hal yang terjadi. Anda tidak boleh merasa sendirian.

Ada waktu saat Anda bisa kembali tertawa, namun duka kehilangan kembali terlintas. Terkadang, terlintas pikiran bahwa Anda tidak berhak untuk merasa bahagia, karena gagal menyelamatkan bayi Anda. Selain belajar menerima perasaan sedih, Anda juga perlu menerima perasaan bahagia.  Jika Anda membatasi diri untuk merasa bahagia, hal tersebut akan mengisolasi diri Anda. Yang diperlukan adalah dukungan untuk bangkit dan terus melanjutkan hidup. Biarkan orang-orang yang tulus membantu Anda melewati duka ini.

2. Berikan waktu  untuk diri sendiri
Ketika Anda memang belum bisa untuk merasa terhibur, jangan paksa diri Anda untuk berhenti bersedih. Duka tersebut mungkin tidak akan pernah hilang, ada beberapa orangtua yang mengalami kilas balik setiap tanggal lahir bayi mereka.

Mungkin Anda akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk kembali pada kehidupan yang normal. Namun, cobalah untuk perlahan-lahan membawa sedikit saja bagian dari diri Anda untuk merasa ‘semua akan baik-baik saja’. Lama-kelamaan perasaan tersebut akan menjadi nyata. Saat Anda sudah siap, Anda bisa mencoba memiliki anak kembali.

3. Jangan lewatkan kecupan dan pelukan dengan pasangan
Pasangan Anda mungkin berduka dengan cara yang berbeda. Perempuan cenderung menunjukkan perasaannya dan mencoba mencari teman berbicara. Sedangkan laki-laki lebih suka menyimpan perasaannya dan berdamai dengan caranya sendiri. Duka dapat membuat jarak antara Anda dan pasangan.

Rasanya sulit untuk mendukung pasangan, saat Anda sendiri membutuhkan dukungan. Ketika suami tidak menunjukkan dukanya, jangan berasumsi ia tidak peduli dengan bayi Anda. Hal itu hanya akan menambah pikiran Anda. Cara terbaik adalah mencoba berbicara satu sama lain, sehingga kesedihan itu terasa lebih ringan untuk Anda berdua.

Kehilangan bayi mungkin juga akan membawa perubahan pada hubungan Anda berdua. Ada pasangan yang dapat tetap berhubungan seks untuk membuat nyaman satu sama lain, namun ada juga yang merasa kebas dan khawatir akan terjadi kehamilan selanjutnya. Pasangan mungkin sudah menginginkan bayi lagi, tapi Anda belum siap. Jangan langsung berasumsi negatif, yang Anda perlukan adalah berbicara padanya. Tidak peduli seberapa buruk perasaan Anda, cobalah untuk tidak melewatkan ciuman dan pelukan. Kontak fisik dapat membantu tubuh memproduksi hormon cinta. Hormon tersebut baik untuk mengurangi rasa sedih dan stres Anda.

4. Mengikuti komunitas
Anda bisa menemukan orang-orang yang pernah mengalami hal yang Anda alami. Cobalah untuk mencari forum diskusi di internet maupun di dunia nyata, yang berbagi pengalaman yang sama. Mungkin rasanya memang sakit ketika membicarakan kesedihan Anda dengan orang lain. Tapi Anda pasti tidak menyangka dengan apa yang Anda dapatkan, betapa dukungan teman, kerabat, dan orang yang baru Anda temui akan menguatkan hati Anda. Untuk menghindari komentar orang yang tidak tahu permasalahan sesungguhnya, lebih baik bicarakan dengan para pendengar terbaik.



Sumber : hellosehat.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " 4 Cara Bangkit dari Depresi Setelah Kehilangan Bayi "

Posting Komentar