Sulitnya Mereportase Rumah Ahok Saat Aksi 212


Petugas kepolisian berjaga di pintu masuk kompleks perumahan yang ditempati Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (4/11).

Rumah tersangka penistaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang terletak di Perumahan Pantai Mutiara Jakarta Utara dijaga ketat oleh aparat. Tak ketinggalan, tiga pintu gerbang di kompleks perumahan tersebut juga dijaga oleh aparat.

Penjagaan ini membuat Republika.co.id kesulitan melakukan reportase, bahkan hanya untuk sekadar mengetahui rumah Ahok. Sebab, sejak kasus penghinaan agama, rumah dan keluarga Ahok sudah seperti barang langka bagi media.

Siang tadi, pasukan huru-hara berjaga tak jauh dari pintu gerbang utama Perumahan Pantai Mutiara. Berkaca dari pengalaman saat Jumat (4/11), ketika pewarta dilarang masuk, kali ini Republika.co.id berhasil masuk ke dalam kawasan Perumahan Pantai Mutiara. Rumah Ahok tepat berada di Blok J Nomor 39.

Saat hujan mulai mengguyur kawasan Pluit, Republika.co.id berboncengan motor dengan kawan fotografer media lain dan berhasil melewati penjagaan pintu gerbang pertama. Saat melewati pos penjagaan untuk masuk ke bagian dalam, Republika.co.id sempat dikejar oleh satpam komplek perumahan menggunakan motor.

Satpam tersebut meminta berputar arah untuk mengambil kartu pengunjung. Satpam itu juga meminta salah satu dari kami untuk meninggalkan kartu identitas untuk ditukar dengan kartu pengunjung. "Mau ke mana?" tanya satpam komplek tersebut.

"Mau ke Pak Wilson, Pak" kata fotografer yang bersama Republika.co.id.

"Keperluannya apa?" tanyanya lagi. "Mau nganter CV, Pak,"

Petugas tersebut memberikan kartu pengunjung berwarna biru. Dengan begitu, Republika.co.id bisa melakukan reportase dalam kompleks tersebut.

Suasana di kawasan dalam kompleks Perumahan Pantai Mutiara terbilang sepi. Dari blok A hingga blok J tidak ada kegiatan apapun dan hanya ada mobil-mobil yang di parkir di depan rumah. Di dalam kompleks perumahan tersebut, Republika.co.id juga harus berputar-putar mencari Rumah Ahok dari Blok A hingga Blok J.

Setelah bertanya beberapa kali pada warga sekitar, mereka mengarahkan pada jalan menuju Blok J. Republika.co.id menyusuri jalan di Blok J dan mengabsen satu per satu nomor rumah hingga sampai di depan rumah Ahok.

Tepat di depan rumah Ahok, tampak polisi berjaga-jaga. Mereka membangun tenda tak jauh dari ruas jalan rumah yang bernomor 39 itu.

Untuk menghindari larangan petugas, Republika.co.id harus mengambil gambar dari gedung lain yang tak jauh dari rumah Ahok. Menurut salah satu warga, rumah Ahok sudah dijaga ketat sejak kejadian demo pada 4 November 2016.

"Sudah dijaga dari 4 November kemarin. Setiap hari dijagain," kata warga tersebut.

Setelah mengambil gambar, Republika.co.id keluar melalui gerbang utama komplek perumahan. Tak lupa, keduanya mengembalikan kartu pengunjung pada satpam kompleks.



Sumber : republika.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Sulitnya Mereportase Rumah Ahok Saat Aksi 212 "

Posting Komentar