Pemuda Berpakaian Rapi Ini Meminta Nasi, Ternyata yang Ia Alami Membuat Terenyuh


Pemuda Berpakaian Rapi Ini Meminta Nasi, Ternyata yang Ia Alami Membuat Terenyuh

Tak jarang beberapa orang menilai manusia lain dari penampilan luarnya saja. Ketika melihat seorang pemuda berpakaian rapi misalnya, kita pasti berpikir bila ia memiliki sejumlah uang.
Namun baru-baru ini, pemilik akun Facebook Lala Make Up benar-benar dibuat sedih sekaligus kaget dengan apa yang dilihatnya.

Seorang pemuda berpakaian rapi tiba-tiba mendatangi rumahnya dan meminta sepiring nasi.
Lala memposting mengenai pemuda itu Minggu (11/12/2016) siang. Hingga Senin (12/12/2016) siang, postingan itu telah dibagikan 5.897 kali dan disukai 3.799 netizen.
Sebenarnya apa yang dialami pemuda itu?

Dari postingan Lala, diketahui bahwa pemuda berkemeja rapi, mengenakan celana jeans dan ransel cukup bagus itu bernama Anton Yus.
Saat ia dan suaminya bersih-bersih di depan rumahnya di daerah Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, tiba-tiba pemuda itu datang dan meminta nasi. Lala sempat berpikir bagaimana bisa pemuda itu tak memiliki uang untuk makan.

Namun saat diperhatikan, wajah Anton memang pucat. Ia bahkan gemetar saat memegang piring.
Setelah pemuda itu selesai makan, Lala dan suaminya mulai sedikit menelisik mengenai apa yang dialaminya. Ternyata, Anton baru saja mencari pekerjaan tetapi selalu ditolak.
Sebulan lalu, ia dipecat dari tempat kerjanya sebagai tukang servis AC. Sejak saat itu, Anton berusaha mencari pekerjaan tetapi selalu gagal karena tak memiliki identitas dan ijazah.

Kedua orang tuanya sudah berpisah dan ia tinggal di Jakarta hanya bersama sang ayah. Sedangkan ibunya, ia tak pernah bertemu dengannya lagi.
Tahun 2013 saat Anton kelas 2 SMA, ayahnya meninggal dunia. Ia pun sempat ditampung Dinas Sosial dan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Medan.
Namun, Anton tak memiliki kontak keluarganya sehingga ia masih hidup menggelandang di Jakarta.
Berikut postingan lengkap Lala.

"Assalamu'alaikum sahabat dumai, tadi pagi aku dan suamiku sedang membersihkan pelaminan di depan rumah, tiba-tiba ada seorang anak muda di depan gerbang, dia bilang 'permisi mas, kalau boleh saya minta sepiring nasi dan minum, tapi kalau enggak boleh juga enggak apa-apa mas' suaranya enggak terlalu jelas.

Suamiku langsung buka gerbang dan bertanya lagi, tiba-tiba suamiku bilang 'Mah ambilin nasi' aku masih melongo ngeliatnya, suamiku malah menyuruhnya masuk, pemuda itu bilang 'enggak usah mas, enggak enak, saya cuma butuh makan aja' tapi suami aku memaksanya untuk masuk dan duduk di bangku depan rumah.

Kalau dilihat dari penampilannya yang pake kemeja rapih, celana jins, tas ranselnya bagus, sendalnya pun begitu, gak mungkin banget anak muda ini enggak punya uang cuma untuk beli makan di pinggir jalan. Aku kasihlah sepiring nasi dan lauk, dan juga segelas air putih beserta buah pepaya dan pisang.
Di situ aku perhatiin mukanya pucet banget, keringet bercucuran, sampai kemeja yang dia pake basah kuyup, pegang piring aja, sampai gemeteran banget. Saat ditanya-tanya orangnya terlihat lugu, selesai makan aku dan suami mulai bertanya bagaimana bisa dia sampai seperti ini.

Ternyata dia tinggal di Jakarta dengan bapaknya, kebetulan bapaknya meninggal di tahun 2013 di saat dia kelas 2 SMA. Setelah bapaknya meninggal dia putus sekolah, ditampung di dinas sosial dan akan dipulangkan ke Medan, akan tetapi dia sama sekali tidak memiliki kontak keluarganya yang ada di Medan.

Semenjak kelas 4 SD orang tuanya berpisah dan sampai sekarang dia tidak tahu keberadaan Ibunya. Dia berpakaian rapih seperti itu karena dia sedang mencari pekerjaan, karena sebulan yang lalu dia dipecat dari tempat kerjanya sebagi tukang service AC.

Dari sejak subuh dia berjalan dari Pondok Indah dan sampailah dia di daerah cirendeu, dari toko ke toko dia melamar pekerjaan. Semua toko yang dia datangi menolak karena dia tidak memiliki identitas berupa KTP apalagi ijazah.

Dia bercerita sampai berkaca-kaca matanya dan masih gemetar karena kelaparan dan kelelahan. Selama ini dia tidur di masjid atau di bangku-bangku tukang pecel yang sudah tutup.
Ketika dia pamit suami memberikan sedikit ongkos, ya tidak seberapa si, tapi dia menolak, karena dia bilang jumlahnya terlalu banyak, karena dikasih makan saja sudah cukup. Entah berapa kali dia bilang terimakasih sampai-sampai dia berusaha menahan air matanya, dan sulit berkata-kata.

Untuk warga Medan dan sekitarnya barang kali ada yang mengenal laki-laki ini. Namanya Anton Yus, dia tidak memiliki kontak atau nomor handphone karena dia bilang Hpnya udh dijual untuk ongkos dan makan, yang mengenalnya bisa menghubungi dinas sosial, karena dia ingin sekali pulang ke Medan dan bertemu keluarganya.
Tapi aku dan suami tidak sempat bertanya banyak tentang almarhum bapaknya jadi tidak terlalu banyak Informasi yang didapat."



Sumber : jogja.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pemuda Berpakaian Rapi Ini Meminta Nasi, Ternyata yang Ia Alami Membuat Terenyuh "

Posting Komentar