Foto Tjut Meutia di Rupiah Baru, Ini Kata BI Lhokseumawe Aceh

Foto Tjut Meutia di Rupiah Baru, Ini Kata BI Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Sosok pahlawan Aceh kembali menghiasi uang rupiah baru emisi 2016. Kali ini, Tjut Meutia ditetapkan wajahnya di uang rupiah baru pecahan Rp1.000. Gambar srikandi asal Aceh Utara itu bersama 11 pahlawan dari daerah lain resmi diluncurkan di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal di sela-sela nonton bareng peluncuran uang rupiah baru emisi 2016 bersama para kepala perbankan di Lhokseumawe menyebutkan, secara kewilayah, BI Lhokseumawe harus berbangga, karena ada sosok pahlawan Aceh di uang rupiah baru.

“Kita patut berbangga Cut Meutia ada di uang rupiah, karena pahlawan itu berada dalam wilayah kerja BI Lhokseumawe (Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara). Saya sudah pernah berziarah ke sana,” kata Yufrizal.

Dia juga berharap, semakin sering disebut-sebut di seluruh tanah air, ke depannya kondisi makam Tjut Meutia di pedalaman Aceh Utara itu lebih diperhatikan oleh Pemerintah. “Harapan kita ke depan, kondisi makamnya lebih baik lagi, karena ini pahlawan kebanggaan rakyat Aceh,” ujarnya.

Sementara pada peluncuruan di Jakarta, penerimaan penghargaan untuk Tjut Meutia diterima oleh cucunya Teuku Zulfikar yang diserahkan oleh pihak Gubernur Bank Indonesia, turut disaksikan Presiden Joko Widodo.

Sumber :  goaceh.co

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to " Foto Tjut Meutia di Rupiah Baru, Ini Kata BI Lhokseumawe Aceh "

  1. Bangga ya, Sudah sewajarnya kita bangga sebagai masyarakat aceh karna ada sosok pshlawan aceh yang mewakili gambar mata uang indonesia, namun hal ini sungguh sangat tidak cocok untuk wajah aceh, pasalnya pahlawan cut nyak meutia yang ditampilkan tidak berhijab dan bertolak dengan sosok pahlawan wanita yang dikenal masyarakat aceh pada umumnya. Di samping itu juga atas tampilan yang tak berhijab ini peredaran pecahan 1000 ini sangat disayang karna bertentangan dengan Penerapan hukum syari'at di aceh, bagaimana tidak, masyarakat akan menilai sosok pahlawan saja tidak berhijab juga merendahkan martabat wanita aceh dan muslimah umumnya.

    Harusnya BI lebih cermat dalam memilih sosok gambar yang di tampilkan.

    BalasHapus