Betapa Ramai Manusia Yang Hidup Dalam Kelalaian, Sedangkan Kematian Tidak Mengenal Waktu dan Usia

Betapa ramai manusia yang hidup dalam kelalaian, sedangkan kematian tidak mengenal waktu dan usia


Betapa banyak manusia yang sehat kemudian meninggal tanpa sebab.
.
Betapa banyak manusia yang sakit kemudian sehat kembali dan menjalankan hidupnya.

Dipagi hari kita tertawa, apakah yakin disiang hari kita masih ada di dunia?
.
Disiang hari kita hura-hura, apakah yakin disore hari kita masih ada usia?
.
Disore hari kita berbuat dosa, apakah yakin dimalam hari kita masih bisa bernafas?
.
Dimalam hari kita sibuk urusan dunia, apakah yakin di pagi hari kita masih bisa bekerja?
.
Sebaik-baik umur adalah yang di panjangkan umurnya tetapi penuh dengan taat kepada Allah dan amal saleh. Seburuk-buruk umur adalah yang di panjangkan umurnya tetapi penuh dengan dosa dan maksiat kepada Allah. Persiapkan diri (bekal) untuk menyambut tamu yang akan mendatangi kita secara tiba-tiba, yaitu kematian. Manfaat waktu dan kesempatan yang Allah beri kepada kita dengan sebaik mungkin, karena kehidupan didunia hanya sekali.
.
Supaya akhir hidup kita menjadi baik (husnul khatimah) maka mulai sekarang kita harus menjadi orang yang taat kepada Allah, taat kepada Rasul, selalu beramal saleh, bermanfaat bagi orang lain, melaksanakan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
.
“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah (akhir yang baik), dan jangan kau akhiri hidup kami dengan su'ul khatimah (akhir yang buruk).” [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Betapa Ramai Manusia Yang Hidup Dalam Kelalaian, Sedangkan Kematian Tidak Mengenal Waktu dan Usia "

Poskan Komentar